Artikel Menarik
Loading...
Wednesday, February 5, 2014

Kota kecil nan asri menyimpan sejuta kenangan dan catatan. Ya di kota ini aku dilahirkan, makanya aku punya banyak kenangan di kota ini.
kali ini aku pengin nulis tentang Klaten, semoga saja bisa memberi manfaat buat kalian yang baca tulisan ini, atau paling tidak jika tidak membuat kalian tertarik, kalian sudah tambah pengetahuan tentang Klaten.
Klaten terletak di bagian selatan dari Provinsi Jawa Tengah, berbatasan langsung dengan Gunung Kidul dan Jogjakarta. Bagian timur berbatasan dengan sukoharjo dan baratnya berbatasan dengan gunung merapi yang masuk wilayah Magelang. kalau utara ya tentu berbatasan dengan Boyolali dan Surakarta. Klaten ini bukan kota yang besar, namun banyak orang besar yang berasal dari sini. hehe semoga saja saya juga termasuk (mengharap).
ini nih petanya

Gambaran Wilayah
Kalau dilihat dari perbandingan antar kabupaten di Jawa Tengah, Klaten memang tidak begitu besar bila dibanding kabupaten yang lain. tapi kabupaten ini menyinpan sejarah dan keunikan yang besar mas bro. 
kalau tidak percaya, coba deh lanjut baca tulisan ini, nanti saya ceritakan sedikit apa yang saya tahu.
untuk mengenal keunikan mari kita mulai dengan wilayah-wilayah di Klaten dulu. ini gambarannya

Klaten terbagi jadi 26 kecamatan
nah masing-masing kecamatan memiliki keunikan tersendiri, tapi saya coba gambarkan saja secara garis besar diantara kecamatan-kecamatan itu.
Sejarah Klaten
Sejarah klaten memang banyak versi yang menyebutkan dalam beberapa artikel dan dokumentasi. 
ini dari artikel di wikipedia yang sama dengan yang ada di buku terbitan Setda Kab Klaten 

Ada dua versi yang menyebut tentang asal muasal nama Klaten. Versi pertama mengatakan bahwa Klaten berasal dari kata kelatiatau buah bibir. Kata kelati ini kemudian mengalami disimilasi menjadi Klaten. Klaten sejak dulu merupakan daerah yang terkenal karena kesuburannya.
Versi kedua menyebutkan Klaten berasal dari kata Melati. Kata Melati kemudian berubah menjadi Mlati. Berubah lagi jadi kata Klati, sehingga memudahkan ucapan kata Klati berubah menjadi kata Klaten. Versi ke dua ini atas dasar kata-kata orangtua sebagaimana dikutip dalam buku Klaten dari Masa ke Masa yang diterbitkan Bagian Ortakala Setda Kab. Dati II Klaten Tahun 1992/1993.
Melati adalah nama seorang kyai yang pada kurang lebih 560 tahun yang lalu datang di suatu tempat yang masih berupa hutan belantara. Kyai Melati Sekolekan, nama lengkap dari Kyai Melati, menetap di tempat itu. Semakin lama semakin banyak orang yang tinggal di sekitarnya, dan daerah itulah yang menjadi Klaten yang sekarang.
Dukuh tempat tinggal Kyai Melati oleh masyarakat setempat lantas diberi nama Sekolekan. Nama Sekolekan adalah bagian darinama Kyai Melati Sekolekan. Sekolekan kemudian berkembang menjadi Sekalekan, sehingga sampai sekarang nama dukuh itu adalah Sekalekan. Di Dukuh Sekalekan itu pula Kyai Melati dimakamkan.
Kyai Melati dikenal sebagai orang berbudi luhur dan lagi sakti. Karena kesaktiannya itu perkampungan itu aman dari gangguan perampok. Setelah meninggal dunia, Kyai Melati dikuburkan di dekat tempat tinggalnya.
Sampai sekarang sejarah kota Klaten masih menjadi silang pendapat. Belum ada penelitian yang dapat menyebutkan kapan persisnya kota Klaten berdiri. Selama ini kegiatan peringatan tentang Klaten diambil dari hari jadi pemerintah Kab Klaten, yang dimulai dari awal terbentuknya pemerintahan daerah otonom tahun 1950.

Makam Kyai Mlati terletak di pusat kota Klaten, tepatnya d JL. Anggrek, Sekalekan, Klaten

Kalau aku pribadi ya percaya-percaya saja, soalnya menurut kakekku yang sudah berumur lebih dari 100th, memang Klaten merupakan tempat persilangan dari kerajaan Jogjakarta dengan Surakarta yang berarti Klaten telah lama ada sebagai suatu wilayah dengan percampuran budaya Solo dan Jogja. dan bisa saja kalau dimasa itu Klaten telah ada.
secara Administrasi Klaten memang masih muda, baru tahun 1950. tapi sejarahnya klaten itu bagian dari Surakarta. Berdasarkan Nawala sampeyan dalem ingkang sinuhun kanjeng susuhunan pakubuwana senopati ing alaga abdul rahman sayidin panata gama VII, senin Legi 23 Jumadilakhir Tahun Dal 1775 atau 5 Juni 1847 dalam bab 13 disebutkan 
Kraton dalem Surakarta Adiningrat Nganakake Kabupaten cacah enem.
“ Kabupaten cacah enem iku Nagara  Surakarta, Kartasuro, Klaten, Boyolali, Ampel, lan Sragen
" Para Tumenggung kewajiban rumeksa amrih tata tentreme bawahe dhewe-dhewe serta padha kebawah marang Raden Adipati. (Tumenggung berkewajiban mengurusi tata tentramnya daerah dibawahnya masing-masing serta menjadi bawahan Raden Adipati)
          Sejarah memang kadang memiliki beberapa versi, ya maklum karena mungkin Indonesia itu belum memiliki arsip sejarah yang memadai. hehe (bukan kritikan loh ini)
Wisata Air

oke, bagian yang menarik adalah di Klaten itu sebenernya apa sih tempat wisatanya?
ya dalam benak sebagian orang mungkin tempat wisata itu hanya gambaran pemandangan alam atau sejenisnya yang indah-indah. tapi menurut saya kok tempat wisata itu bisa banyak hal, wisata alam, wisata religi, wisata seni, wisata budaya bahkan wisata-wisata yang lainnya.
sewaktu aku kecil (kelas 5 SD), aku punya keinginan buat menjelajah kesemua wilayah di Klaten, alhasil dari keinginan itulah aku hampir tiap minggu nge-bolang bareng teman kampung untuk menjelajah. Dimulai dengan cerita pemandian cokro tulung. pemandian ini dulu sangat favorit bagi anak-anak Klaten, selain tempatnya yang masih asri dan airnya yang tidak pernah habis walau terus mengalir tempat ini juga murah. air dari pemandian ini merupakan sumber yang keluar ke permukaan tanah dengan sendirinya, sumber ini dari saya kecil sampai sekarang tidak pernah berhenti keluar, padahal sumbernya ini lumayan besar, meluap-luap seperti lumpur Lapindo tapi dengan ukuran lebih kecil dan tentu lebih segar daripada Lapindo.
di pemandian ini ada kolam renang ukuran sedang dan sungai buatan yang arusnya deras mengalir ke sungai besar. biasanya sungai kecil ini yang dijadikan tempat mandi, kalau mau foto-foto bagus di sungai besar karena ada batu-batuan besar dan pemandangan yang asri dengan air yang terus mengalir dan jernih. dahulu aku masuk tiket baru 3000 ribu tapi itu saja aku sering tidak bayar karena aku lewat pintu belakang. hehe
dari rumah pakai sepeda onthel dan sepeda ditinggal di sawah belakang lokasi ini dan masuk lewat lubang di pagar belakang. lubang ini entah sengaja dibuat atau memang berlubang sendiri, tapi ini muat untuk ukuran anak-anak. seiring dengan kebutuhan tempat wisata yang mengharuskan adanya fasilitas penunjang maka pemerintah Kab Klaten mendanai pembangunan water boom. dari sumber di koran solopost disebutkan dana yang digelontorkan mencapai 6M. ini nih gambarannya sawah yang dahulu dijadikan parkiran onthelku dirumah jadi water boom.







Luas total sekarang ini 15.000 meter persegi terletak di pinggir aliran Kali Busur di Kecamatan Tulung, Klaten. Lokasi ini kurang lebih terletak 15 km di sebelah barat Kota Solo dan dapat dengan mudah ditempuh dengan kendaraan pribadi melalui jalur Solo – Kartosuro – Cokro. fasilitasnya  water slidingflying fox, taman air, pancuran, kolam bermain, hingga lapangan parkir, gardu-gardu berteduh dan jembatan baru ditambahkan ke dalam lokasi wisata ini. kalau sekarang ini (2014)  tiket masuk ke kawasan Obyek Wisata Mata Air Cokro Tulung dipatok dengan harga Rp 11.500 per pengunjung. Namun bagi pengunjung yang menganggap harga tiket ini terlalu mahal tidak perlu merasa khawatir karena di hari biasa (bukan hari libur besar) petugas jaga biasanya hanya akan menarik biaya masuk sebesar Rp 15.000 per dua pengunjung.
yang unik dari pemandian ini dan tidak ada di pemandian yang lain adalah tradisi padusan dan dangdutannya. (mendengar dangdut awas mas jempolnya ndak usah gerak-gerak) iya disini setiap h-1 sebelum puasa pasti ramai penuh sesak dengan orang-orang yang mandi di sini. 
ini belum seberapa ramainya, kalau mau lebih merasakan ramainya, datang saja sehari sebelum puasa
Panggung dangdut aku anggap unik, karena di lokasi ini ada panggung permanen diatas kolam renang yang biasanya dijadikan panggung musik, tapi ya seringnya dangdut. terkadang reggae, jazz dan juga pop.
uniknya seperti pesta di kolam renang, penonton bisa menonton sambil renang, ya tentu joget di kolam renang (dingin-dingin brrrr) 

banyak juga sebenarnya kolam renang atau pemandian di Klaten diantaranya :
1. Water Park (Taman Air) di Gondang Winangun
2. Kolam Renang DODIKLATPUR RINDAM IV/DIP di Ds Danguran Kec Klaten Selatan
3. Pemandian Tirtomulyo di  Desa Pluneng Kec Kebonarum yang merupakan pemandian dengan sumber air alam yang besar yang dahulu digunakan mandi para putera 
4. Pemandian Tirtomulyani di Desa Pluneng Kec Kebonarum yang tidak jauh dari Tirtomulyo yang dulu digunakan mandi para puteri
5. Kolam Renang Lolotundo di Desa Jolotundo Ds Jambeyan Kec Karanganom yang disuplai dari sumber air alam yang besar dan tak pernah kering
6. Kolam renang Lumban Tirto di Desa Daleman Kec Tulung 
7. Kolam Renang AquaFarm Nusantara yang merupakan Perusahaan Modal Asing (Danone) di Desa Wunut Kec Tulung
8. Pemandian Ponggok di Desa Ponggok Kec Polanharjo
9 Kolam Renang dan area bermain Tirto Raharja di Desa Ponggol Kec Polanharjo ini merupakan kolam renang modern dilengkapi bermacam fasilitas
10. Kolam renang Sumber Nila di Desa Janti Kec Polanharjo

Tidak jauh dari Pemandian Cokro ini ada deda Unik
"Janti, kampung pemancingan"
disini hampir seluruh desa merupakan tempat pemancingan dengan lokasi terbaik menyediakan menu makanan berupa ikan dan menu lainnya. Suasana yang asri dengan puluhan tempat pemancingan menjadikan desa ini cocok untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga setelah capek berenang.


Tempat pemancingan lain yang ada di Klaten yaitu "Rawa Jombor"
kalau orang lebih banyak mengenal tempat ini dengan nama warung apung, ya memang warung ini diatas rawa yang mengapung dengan menggunakan tong drum yang disusun sedemikian rupa sehingga semua warung diatasnya memang mengapung.
inilah keunikan warung yang satu ini
            Disini terdapat banyak warung dengan pilihan menu yang sangat beragam tentu olahan ikan air tawar. Fasilita yang tersedia juga cocok untuk liburan keluarga. Tempat main anak-anak tersedia, hiburan live musik juga ada. Bagi yang remaja biasanya menghabiskan waktu menunggu buka di warung apung ini karena sudah hampir menjadi tradisi.


           Selain keunikan warungnya yang berada diatas air, cara menuju lokasi warungnya pun juga menarik, yaitu dengan naik perahu yang diikat dengan tali dan penumpang harus menarik tali tersebut (itulah aku katakan menarik, maksudnya menarik tali, hehe) tenang, tapi ada bapak penjaganya kok, jadi gak perlu menarik tali sendiri.

Wisata Agak Mistis          
Sebelum menikmati makan diwarung ini, sempatkan untuk berkunjung ke bukit yang ada disebelah rawa ini. Ada rumah unik, rumah ini hanya kecil seukuran 1 m x 1m mungkin, terletak diatas batu kapur tinggi. Orang-orang sih biasa menyebut tempat ini dengan nama "omah demit" Rumah Setan, serem ya. sebenarnya tidak seseram yang kalian banyangkan ketika mendengar namanya, justru bagus kalau kalian suka fotografer bisa meng-exsplore tempat ini.
         Selain bukit "Omah Demit" ada hal aneh juga di Jombor ini. Banyak yang sudah tahu tentang legenda "bulus jimbung" ya itu semacam kolam dibawah pohon yang sudah ratusan tahun dan konon disitu hidup bulus/kura-kura yang besar dan telah hidup ratusan tahun. Katanya sih kalau orangnya niatnya tulus bisa lihat, tapi kalau tidak maka tidak bisa melihat bulus ini, katanya loh ya, benar tidaknya ya monggo. Aku sendiri sih belum pernah melihat secara langsung, hehe berarti aku tidak tulus kali ya.





             Seperti kebanyakan tempat yang mengandung unsur mistis, pasti disitu pula digunakan sebagai tempat sakral untuk hal-hal mistis. Sama seperti tempat ini, banyak orang datang dari berbagai penjuru untuk meminta-minta kekayaan atau apalah ditempat ini. Ki Poleng dan nyi Poleng nama panggilan bulus ini, orang mungkin banyak yang memuja Ki Poleng dan Nyi Poleng. Tapi sebagai tempat wisata, boleh juga untuk menambah wawasan keanekaragaman budaya Jawa.

Gambar pemujaan terhadap kura-kura/bulus
Wisata Religi
      di Kecamatan Bayat ada tempat yang ramai dikunjungi setiap syuro atau sebelum puasa. Nama tempatnya makam Pandanaran. ini merupakan bukit yang ada makamnya dibagian atas/puncaknya. Ini merupakan makam Sunan Pandanaran yang terkenal itu. Pertama kali ke bukit ini waktu aku kelas 6 SD, bareng teman sekampung naik onthel nekat mencari tempat ini. Dulu tidak tahu ini tempat apa, pokoknya pengin mendatangi semua tempat yang ada di Klaten. Baru setelah SMA aku baca mengenai tempat ini.
kalau mau tahu lebih banyak tentang tempat-tempat semacam ini, ini aku kasih rekomendasinya baca aja di blog ziarah-klaten 1 dan lanjutannya baca di Ziarah-Klaten Bag 2 . tidak aku bahas banyak ya soal tempatnya, nanti aku tulis saja di kesempatan lain khusus tentang Ki Ageng Pandanaran dan Ranggawarsito.

Wisata Kuliner
Setelah baca tentang mistisnya, lebih cocok ngomongin yang enak-enak dulu. Soal makanan sudah barang tentu menjadi menarik, apalagi makanan daerah. Klaten juga punya makanan daerah loh. Sewaktu aku kecil, makanan di sekitar rumahku itu masih beragam dan aneh-aneh. Jajanan pasarnya sebut saja Lemper, Caranggesing, Mendut, klepon.

Ada juga kripik
Kripik Belut, Kripik Tempe dan Kripik Paru (dibuat dari paru-paru sapi)
jajanan unik yang hanya ada saat tertentu juga ada, namanya Legondojajanan ini hanya ada saat malam satu syuro, biasanya banyak dijual di daerah cawas arah Sepi. sepi itu sendiri merupakan daerah wisata yang merupakan batu yang berbekas tempat sujud, konon ini tempat sujudnya sunan pandanaran.
Untuk makanan lainnya atau tempat makan, yang aku tulis ini ya yang menurutku enak soal rasa kan relatif bagi masing-masing orang. Kalaupun masih banyak yang enak-enak silahkan ditambahkan dikomentar ya sob.
Soto Tengah pasar Cawas, ini soto legendaris yang saya tahu. Soto ini buka hanya malam hari dari pukul 19.00 sampai pagi jam 3. Setiap malam warung yang lokasinya ditengah pintu masuk pasar cawas ini selalu ramai sesak dengan pengunjung. Selain rasanya yang ajib, teh poci dengan wadah terbuat dari tanah liatnya yang mantab juga harganya yang terjangkau dan bisa dibilang murah bingit.
 Soto Ayam Sebelah Alun-Alun
Soto yang sudah ada sejak aku masih kecil ini memang jagoaan rasanya, tempatnya dipojok alun-alun klaten, soto Barokah namanya. Soto dengan mangkuk kecil tapi dikasih ayam dan telur ajib. rasanya benar-benar mantab. Aku kenal warung ini pertama kali dulu waktu diajak sama Arif Gemblong kalau pulang les dari Newtron sering mampir kesini, kadang juga bolos les trus jajan di Alun-alun (yang ini off the record ya)
Ayam Bakar Asli Klaten
Klaten memang tempatnya ayam bakar enak, sudah terkenal di luar daerah. Aku ingat waktu kuliah di MIH kuliahnya Prof Esmi beliau menyebutkan tempat jajan enak di Klaten yaitu Ayam bakarnya.
kalu restoran yang terkenal ayam bakar wong solo, karena memang Klaten dan Solo resepnya sama soal ayam bakar. Mungkin itu sudah resep turun temurun dari Kerajaan ya (Pendapatku loh).
kalau sekarang ini yang terkenal ya Sop Ayam Pak Min yang sudah tersebar hingga ratusan cabang di pulau Jawa.

Wisata Alam
Deles Indah
deles ini kalau di bogor ya puncak, kalau semarang ya ini Bandungan, nah kalau diklaten ada juga dilereng merapi namanya Deles Indah. Pertama kali ke sana waktu aku SMP, naik motor baru belajar, langsung gas ke lereng merapi, tempatnya indah dengan panorama lereng gunung. Bangunan vila sudah ada beberapa, namun akses jalan masih rusak karena ini merupakan jalur truk mengangkut pasir dan batu dari sungai oyo di Klaten barat. 

Kesenian dan Tradisi
Dilingkungan rumahku dulu ada seperangkat gamelan. Ini lengkap dengan kendang dan aneka macam jenis seperti gambang dan siter. Banyak sekali di Klaten itu gamelan yang ada di Rt/Rw. Setiap malam selasa kliwon dan jumat wage selalu ada latihan gamelan di samping rumah. kadang juga dihari-hari lain menjelang perayaan Tujuhbelasan Agustus latihan makin intens. Orang tuaku dua-duanya dulunya pemain gamelan, dan aku sering ikut latihan dan sering sekali tertidur pulas disamping ibuku yang memainkan slentem.

Tradisi Ya Qawiyyu
Tradisi ini biasa dilaksanakan saat maulud nabi, diselenggarakan di daerah Jatinom. Prosesi acara ini yaitu warga beramai-ramai mengarak gunungan apem setinggi hampir 3m dan entah berapa ribu jumlah apem yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat yang datang menyaksikan. Ya injak-injakan ya berdesak-desakan, tapi itu bukan menjadi penyulut perkelahian, justru inilah kebersamaan diantara masyarakat.


Pertanian dan Hasil Bumi
Klaten ada beras Delanggu, beras dengan kwalitas unggulan yang banyak dikirim ke luar daerah hingga ke Jakarta. Delanggu merupakan nama kecamatan yang kemudian dijadikan merek dari pengemasan beras asli produksi Klaten ini.

Orang Klaten Nih
Setiap daerah pasti punya tokoh kebanggaan kan, di daerahmu pasti juga ada tokoh yang di banggakan. Mungkin karena jadi artis, atau mungkin jadi pejabat, jadi orang terkenal, atau orang dengan prestasi tertentu. Klaten ini menurut teman saya, orangnya ulet dengan kesederhanaannya. Banyak orang Klaten yang merantau keluar daerah dan akhirnya sukses.
ini nih beberapa diantaranya :
  1. Fauzi Adnan  
  2. Agus Sutomo 
  3. Fachrudin Aryanto 
  4. Budi Supriyanto SH, MH
  5. Dra. Eddy Mihati, M.Si 
  6. Purnomosidi Hadjisarosa
  7. Bambang Harsrinuksmo
  8. Ki Anom Suroto 
  9. Renata Kusmanto 
  10. DR. Marwoto Mitrohardjono, S.E, M.M.,
  11. Seto Mulyadi
  12. Ki Nartosabdo
  13. Rachmat Djoko Pradopo 
  14. Prijadi Praptosuhardjo
  15. Kho Tjien Tiong
  16. Prof. Daniel M. Rosyid PhD, M.RINA 
  17. Rudjito 
  18. Muhammad Sanusi 
  19. Prof. Dr. H. Munawir Sjadzali
  20. Jakobus Sumardjo 
  21. Drs. Soeripto
  22. H. Soleh Sukarno
  23. Drs. H. Sri Purnomo, MSi
  24. Eddy Sudihardjo
  25. Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng.,Ph.D.
  26. Prof. Dr. Ir. Suhardi, SS, M.Sc
  27. Hendarman Supandji 
  28. Dr. Haji Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A
  29. Let TNI (Purn.) H. Bibit Waluyo
  30. Wardana
  31. Nova Widianto
  32. Dr. Ignatius Kuntara Wiryamartana,


 Lengkapnya baca di mari om Tokoh Klaten
Itu beberapa saja, sebenarnya orang Klaten maupun orang Indonesia pada umumnya itu hebat-hebat semua termasuk yang baca artikel ini, nanti pasti juga jadi hebat, tapi duluan aku ya yang jadi hebat. hehehe
Nanti urutan selanjutnya aku dulu. :-)
Itulah tulisanku mengenai Klaten. Aku tulis ini semoga memberi manfaat buat pembaca. Kalau tertarik untuk berkunjung ke Klaten jangan segan-segan, langsung saja.
artikel ini dari pengetahuanku, ditambah dengan beberapa artikel yang aku baca, kalau foto sebagian foto sendiri, sebagian foto dari beberapa sumber.
Maaf kalau ada beberapa kesalahan dalam penulisan atau salah persepsi dalam penulisan. aku senang kalau pembaca mau berkomentar sehingga aku bisa menambah artikel ini atau membenahi kekurangannya.

oke, lets enjoy it
Enjoy Klaten The Shine Of Java :-)

Beberapa sumber referensi lainnya
http://chic-id.com/mari-berwisata-obyek-wisata-mata-air-cokro-tulung-kini-lengkap-dengan-water-boom/
nonobudparpora.wordpress.com/wisata-buatan-klaten/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Klaten
http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Tokoh_dari_Klaten
http://putrinurjanahh.blogspot.com/

2 komentar:

Are Nie said...

info klaten yang bagus gan

kunjungi jg blog saya "ayolesrenang.blogspot.com" atau "soloswimmingcourse.blogspot.com"

menyediakan layanan les privat renang yang menjanjikan,profesional,dan berkarakter
untuk yg berminat bisa menghubungi saya. les privat renang dengan lingkup wilayah klaten, solo, karanganyar, boyolali dan sekitarnya

terimakasih gan

Lilik Haryadi said...

Terimaksih kunjungannya, dan komentnya..
oke aku berkunjung balik...