Artikel Menarik
Loading...
Saturday, October 12, 2013

Info Post
           
Malam ini kosan ramai dengan teriakan gol, ahay, jeger, dan juga jebret. Teriakan terus membahana selama 90 menit pertandingan Indonesia melawan Korea Selatan. Setelah peluit panjang ditiup wasit dari Malaysia itu, Indonesia patut berbangga mempunyai tim sepakbola seperti Evan Dimas dkk. Kali ini sebagai pendukung Timnas sejati sedikit tulisanku mengenai sepakbola khususnya Timnas kita. Aku tidak akan mengomentari detail pertandingan seperti komentator karena memang aku tidak suka sepak bola, hanya saja aku suka bila timnas main. 
             Permainan tangguh yang ditunjukkan pemain-pemain muda Indonesia U19 menjadi hawa segar bagi dunia sepakbola tanah air. Selama ini Indonesia minim juara, akhirnya dengan talenta-talenta muda ini kemenangan-demi kemenangan dapat diraih. Pemain yang terdiri dari :
Penjaga Gawang : Ravi Murdianto, Rully Desrian, Awan Setho Raharjo
Bek : Febly Gushendra, Muhammad Sahrul Kurniawan, Putu Gede Juni Antara, Handamu Yama Pranata, Muhammad Fatchu Rohman, Dimas Sumantri, Mahdi Fahri Albaar
Gelandang : Muhammad Hargianto, Dio Permana, Zulfiandi, Paulo Oktavianus Sitanggang, Evan Dimas, Hendra Sandir Gunawan
Penyerang : Yabes Roni Malaifani, Dinan Yahdian Javier, Ilham Udin Armayin, Maldini Palii, Muclis Hadi Ning Syaifullah, Muhammad Dimas Drajad, Angga Febriyanto Putra 
         Pemain-pemain ini merupakan ramuan yang dibuat oleh pelatih Indra Sjafrii untuk menghadapi qualifikasi Piala Asia 2014. Indonesia berada di group G bersama Korea Selatan, Filiphina dan Laos. Dua pertandingan sebelumnya indonesia berhasil mengalahkan Laos 4 gol tanpa balas, dan Filiphina 2 gol tanpa balas, dan akhirnya malam ini mampu menumbangkan Korea dengan skor 3-2.
               Dari pertandingan yang syarat serangan ini membuat suguhan pertadingan bola kelas dunia menurutku. Tendangan-tendangan yang dilakukan oleh pemain-pemain Indonesia tidak rendah kualitasnya. Gol yang dilakukan oleh Evan Dimas selaku kapten ini juga sungguh bagus. Evan mampu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat, sehingga umpan-umpan yang berasal dari sisi kanan dan kiri mampu dieksekusi dengan baik.
        Indonesia patut berbangga dengan hal ini, setelah beberapa waktu lalu dunia persepakbolaan indonesia memburuk dengan carut marutnya kepengurusan PSSI dan KPSI juga dana yang minim dan masih mengandalkan keuangan negara. Kini dengan terbentuknya satu oraganisasi baru yang mengurusi sedikit lebih membaik, dan semoga ini menjadi pelajaran buat pemegang kepentingan untuk tidak memperebutkan pemain timnas sebagai boneka untuk permainan politik dan kekuasaan.
          Ada yang aku tidak suka dari pemberitaan di Indonesia, biasanya setelah Indonesia main infotainment langsung heboh. Jika kalah dicerca habis-habisan, mengata-ngatai ini lah itu lah. terlebih lagi selalu dibilang sebagai pembelajaran, tidak apa apa kalah, sudah mendapatkan pembelajaran sepak bola. Mental yang baik belum ditunjukkan sebagai pendukung yang baik. Namun bila menang, bahasa alay dan lebay yang akan ditampilkan, bukan pemberitaan yang bagus. Dan yang terpenting aku berharap pemain timnas ini tidak diracuni oleh dunia politik, dunia istana yang tidak memberikan motivasi secara baik terlebih lagi jangan sampai mereka menjadi bintang iklan sosis so nice, itu sungguh tidak bagus. Berdasarkan pengamatanku, setelah Indonesia memenangi pertandingan, pemainnya langsung jadi bintang iklan sosis so nice, setelah makan sosis permainan melempem.
            Pemain yang muda-muda ini bermain tanpa beban, mental mereka meskipun belum matang namun mental ngotot yang ditunjukkan membawa mereka pada prestasi. Berbeda dengan pemain-pemain luar yang mental sudah tidak cengeng lagi, meskipun mereka tertekan permainan masih bagus sampai menit-menit akhir. 
         Selamat buat Timnas U19 atas kemenangannya melawan Korea Selatan, dan mampu lolos ke Piala Asia di Myanmar 2014 nanti. Selamat berjuang Garuda Muda-ku, kami bangga dan selalu mendukungmu.

0 komentar: