Artikel Menarik
Loading...
Thursday, April 4, 2013

           Judul diatas saya tulis guru kecil, kok bukan guru besar?. Ya meskipun dalam post kali ini memang saya menulis guru besar dari Universitas tempat saya belajar selama ini namun saya menggunakan kata guru kecil. Kenapa saya katakan kecil, karena memang beliau sering mengatakan bahwa dirinya itu guru kecil, karena memang dari postur Beliau yang kecil.
           Sosok beliau memang sungguh cetar membahana, maka dari itu dalam satu kesempatan saya benar-benar ingin menuliskan mengenai Prof Bardha dalam Blog Pribadi saya ini. Alasan pertama yakni saya ingin mengabadikan kenangan bersama beliau dalam arsip saya ini dan juga kedua agar lebih banyak orang bisa mengenal beliau dan tentunya ajaran-ajaran beliau.
            Prof Bardha merupakan guru saya dan juga inspirator dalam dunia hukum, terutama hukum pidana Indonesia. Banyak pemikiran beliau mengenai hukum pidana di Indonesia yang telah dipakai sebagai referensi sebagian besar mahasiswa dalam proses menyusun skripsi, tesis, maupun disertasi. Tidak hanya mahasiswa yang mengagumi ajaran beliau, para praktisipun banyak yang menggunakan referensi beliau, seperti halnya hakim yang saya temukan dalam pertimbangan putusannya memakai teori keilmuan yang diajarkan oleh Prof Bardha.
             Nama lengkapnya adalah Prof. DR. Barda Nawawi Arief. S.H yang lahir di Cirebon tanggal 23 Januari tahun 1943 ini merupakan dosen di Fakultas Hukum Undip sebagai Pembina utama gol IVe. Beliau telah mengajar saya dari mulai S1 di Fakultas Hukum sampai saat ini di Magister Ilmu Hukum UNDIP, namun ilmu beliau tidak akan pernah habis untuk saya terima. Memang tidak pernah terkira berapa banyak ilmu kanuragan beliau yang telah diajarkan kepada mahasiswa dan nyatanya tidak pernah habis. Bahkan setiap kali diajar beliau, seperti ada ilmu baru dan selalu membawa pemikiran pada hal-hal yang bersifat new dan selalu update dengan keadaan hukum di Indonesia.
             Kala aliran hukum positivisme dikritisi, beliau yang mengajarkan ilmu hukum pidana yang dimana hukum pidana cenderung lebih dekat pada aliran positivisme ini justru bertindak lebih dari pada peng-kritisi yang baru memaparkan pada tataran ide, beliau sudah memberikan contoh rinci bagaimana hukum yang lebih Indonesia dengan sosiologis dan berdasarkan nilai-nilai asli bangsa Indonesia ini diterapkan dalam hukum pidana. Beliau melihat bahwa hukum pidana yang selama ini ada di Indonesia belum memenuhi kebutuhan akan hukum yang sesuai untuk menuju pada tujuan nasioal Indonesia.
              Profesor yang terlibat di dalam penyusunan RUU KUHP ini meneruskan dari guru terdahulunya dengan memasukkan nilai-nilai asli ke dalam KUHP Indonesia. Beliau selalu mengajarkan mengenai kelemahan KUHP yang ada sekarang ini yang merupakan tinggalan dari Belanda dan bagaimana seharusnya Indonesia bersikap terhadap pembaharuan hukum terutama dalam bidang sistem hukum pidananya. Setiap kesempatan kuliah beliau dengan sangat luar biasa menjabarkan dengan detail setiap materi dengan ilustrasi yang beliau buat sedemikian rupa sehingga menarik. Kalau waktu kuliah banyak mahasiswa mengantuk, saya katakan di kelas beliau ini tidak ada kesempatan mengantuk sedikitpun. Bukan karena beliau galak lantas tidak ada mahasiswa yang berani mengantuk, bukan itu alasannya. Tetapi mahasiswa selalu tertarik dengan pembahasan dari beliau sehingga sayang kalau mengantuk sedikit saja, kata teman berkedip saja ketinggalan.
               Berbicara masalah kapasitas beliau sebagai dosen sungguh tidak diragukan lagi, bahkan di kampus belum pernah saya dengar satu pendapat mahasiswa yang menilai Prof Bardha ini tidak menguasai hukum pidana. Dalam hal karya, beliau telah menulis buku dan karya ilmiah tak kurang dari 22 buah. Beliau juga pernah mendapatkan email dari mahasiswa Indonesia yang mengikuti kuliah di Belanda dan menemukan buku-buku beliau dijadikan referensi di perpustakaan Belanda. Selain dalam hal tulis menulis beliau juga menguasai bahasa asing lebih baik dari pada mahasiswanya, beliau kadang memerintahkan mahasiswanya untuk membaca materi yang dituangkan dalam bahasa aslinya, dan terkadang mahasiswa sendiri kesusahan. Namun demikian beliau tidak pernah benar-benar marah dan justru terkadang beliaulah yang membantu mentraslate-kan satu persatu kata tersebut dan menjelaskan kembali dengan jiwa pendidiknya. Kalau kita sering berfikir di era serba digital ini sangat terasa bosan ketika kuliah dengan dosen yang sudah berumur, eit itu tidak berlaku untuk Prof Barda ini, tidak pernah saya menemukan dosen seumuran Beliau yang mampu mengoperasikan program komputer dengan fasih dan yang membuat saya heran lagi adalah kesungguhan beliau dalam membuat setiap slide yang ditampilkan di muka kelas. Saya catat dalam perjalanan selama kuliah, lebih dari seratus slide yang beliau buat dengan detail dan menggunakan efek serta animasi yang pas dan update.
                 Saya sendiri sering mendengar perkataan dari kawan-kawan saya ketika kuliah dengan beliau itu seperti kelas VVIP karena kita full service dengan kuliah full dan jarang sekali kosong ataupun waktu kuliah yang dikurangi. Selain itu seakan kita diberikan fasilitas pendidik nomor wahid dengan iringan musik dan juga video-video yang beliau persiapkan. Dan yang terakhir dari fasilitas itu adalah ruangan yang terasa dingin, disebabkan AC? ya itu salah satunya, tetapi ketika kuliah dengan beliau kita merasa dingin karena beliau selalu melempar pertanyaan yang mempunyai kelas diatas pertanyaan rata-rata yang dilemparkan oleh dosen pada umumnya.
            Semua ini tentu saja dari penilaian saya pribadi sebagai murid beliau selama di S1 dan S2 di Undip. Mengenai ajaran apa saja yang beliau ajarkan lebih pantas jika dibaca secara langsung dari buku-buku beliau. Karena akan sangat tidak tepat apabila saya jabarkan disini dengan kapasitas saya sekarang ini. Takut jika saya mengungkapkan ilmu beliau disini justru penyesatan yang saya lakukan. Ini baru sebagian yang bisa saya ungkapkan dalam arsip saya ini, masih banyak kebesaran guru kecil ini.


NB :
Untuk data Lengkap mengenai diri Prof Barda bisa di lihat di bardanawawi.wordpress.com

1 komentar:

Kania Rahma said...

Assalamualaikum ka. saya juga mahasiswa FH undip S1 angkatan 2012. meskipun saya belum pernah diajari oleh Prof.Barda (karna saya mahasiswa baru dan dosen pidana saya prof nyoman). Saya sungguh mengagumi beliau. Saya hanya bs membaca slide beliau ttg pengantar hukum pidana. sungguh slide yg sangat menarik penuh animasi namun membuat saya bersemangat. saya berpikir sebelumnya bahwa yg buat slide tsb mungkin masih amat muda (sayapun belum tentu bs membuat slide seperti itu). Saya mendoakan selalu agar Prof.Barda sehat selalu, mudah2an kelak saya bs diajarkan beliau dikelas nanti. amin