Artikel Menarik
Loading...
Tuesday, March 26, 2013

         Pulau panjang, ya memang itulah namanya, sesuai dengan bentuk pulaunya yang memanjang seperti sebuah kapal jika dilihat dari kejauhan. Pulau ini masuk dalam wilayah Kabupaten Jepara. tepatnya arah utara kabupaten Jepara di wilayah Laut Jawa (6°34'32"S   110°37'41"E). Dari pantai kartini atau dari pelabuhan kapal ikan nelayan setempat pulau ini bisa ditempuh dengan waktu 45-60 Menit ketika ombak tidak terlalu besar. Kalau menggunakan perahu penyeberangan dari Pantai kartini hanya 15-25 Menit karena kapal lebih besar dengan mesin lebih besar.
           Bercerita tentang pulau panjang, saya jadi teringat untuk berbagi kisah perjalanan saya ke Pulau ini di tahun 2008 yang lalu. Waktu dengar kabar dari kakak saya yang kuliah di Unnes kalau Lekmapala Unnes (Kelompok Pecinta Alam Fakultas Teknik) mau ngadain diklat anggota baru di Pulau panjang, dan ini rutinitas yang dilakukan setiap tahun, langsung saya tertarik untuk ikut mencoba menjelajahi pulau baru bagi saya.
            Berangkat dengan Truk dari kampus Fakultas Teknik Unnes bersama dengan sekitar 40 orang anggota lainnya dan 3 calon anggota baru. Baru melewati jalan tol jatingaleh, eh ternyata bak terbuka tidak boleh dimuati orang, alhasil dengan terpal biru kami semua ngumpet dibawah terpal. Dibawah guyuran hujan kami sampai di Jepara. Tujuan pertama di pelabuhan kapal ikan di Jepara sebelah stadion Gelora Bumi Kartini. sudah ada nelayan yang sengaja disewa untuk membawa kami menuju pulau panjang, bapak itu sudah rutin tiap tahun diminta tolong oleh anak-anak pecinta alam Unnes ini, kebetulan masih saudara dengan salah satu mahasiswa di Fakultas Teknik Unnes.
               Setelah bercengkerama dan menata barang bawaan kami di dekat dermaga, kapal datang, kapal yang berukuran kecil ini hanya dapat dimuati sekitar 10-15 orang. Dalam benak saya sudah terlintas sensasi naik kapal kecil menuju pulau panjang (pasti seru). di perjalanan kami bisa memancing sembari bermain ataupun memotret pemandangan sekitar. Tetapi hati-hati bagi yang tidak tahan dengan mabuk laut, karena kapal dengan ukuran kecil lebih terasa guncangannya. Disarankan bisa menyewa kapal ukuran sedang dengan biaya sekitar 100ribu sekali jalan.
               Pemandangan pertama yang terlihat adalah pulau yang masih alami dikelilingi dengan hamparan pasir putih dengan tanaman yang masih menjulang tinggi. Dengan luas 19 Ha pulau ini tidak terlalu besar namun menyimpan tantangan besar untuk dijelajahi. Terlihat sangat eksotis dari kejauhan karena cuaca sedang cerah dan hanya sedikit berawan. setelah sampai di dermaga yang dibuat dengan bangunan permanen di pulau ini nampak jelas betapa jernihnya air laut sehingga nampak karang dan ikan-ikan kecil di pinggiran pantai.
Agenda Rutin Makan Bersama
              Mendirikan tenda dan menata tempat untuk kami bermalam selama lima hari ini dan mulai memasak untuk makan malam nanti. Menu pertama sayur-sayuran ditambah dengan mie dan juga ayam. Bekal yang dibawa cukup banyak, ada 4 karton sayuran, 2 karung beras dan juga telur satu karton. Selain itu juga membawa 3 tabung gas 3kg serta kompor 2 tungku. Selain memasak rombongan ini juga terkadang memesan makanan dari nelayan di jepara, yang diantar dengan kapal ketika sedang padat-padatnya jadwal kegiatan sehingga tidak semat memasak.
             Jadwal kegiatan saya sendiri kurang hafal soalnya saya disini bukan sebagai peserta ataupun calon anggota, saya hanya partisipan yang ikut liburan saja. Jadi saya bisa leluasa menggunakan waktu saya untuk kegiatan pribadi saya di Pulau ini. Hal pertama yang saya coba adalah berenang ditepian dengan menggunakan pelampung yang dibawa, ada lebih dari 40 pelampung baju saat itu. Semua dipinjam dari Badan Penanggulangan Bencana Kota Semarang dan sebagian punya Lekmapala sendiri. Menyelam dan melihat langsung keindahan laut merupakan pertama kalinya saya lakukan disini. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa karena ini memang aku inginkan dari sejak SMA dulu.
             Pagi hari waktu yang cocok untuk berenang dan menyelam, ini kebiasaan yang saya lakukan setiap hari, sebenarnya tidak hanya setiap pagi, wong siang sore bahkan malam saja kalau ada teman yang berenang saya pasti ikut. Berenang disini memang mengasikkan dan tidak membosankan. selain renang kegiatan yang saya suka adalah menjelajah pulau dengan berjalan mengelilingi sampai hafal setiap sudut pulau itu. Kalau mau berkeliling sekarang sudah ada jalan kecil yang dibangun dengan paving di sepanjang garis pantai melingkar, jadi mudah untuk pengunjung yang biasa datang kesini di akhir minggu. selain jalan yang sudah dibangun, ada 2 bangunan lainnya yang menarik perhatian saya, pertama menara tower atau mercusuar sebagai tanda bagi kapal. Bangunan lainnya berupa rumah, saya pikir pertama kali datang kerumah ini merupakan sebuah masjid, eh ternyata itu sebuah bangunan makam, ada satu nisan yang ada didalam.
            Makan, ketika kita mendengar kata itu yang terbayang di benak kita adalah melahap makanan yang ada di depan kita dan memberikan kita kesenangan akan makanan itu. tapi disini saya berbeda, makan disini berarti kita bareng-bareng masak dan mempersiapkan bersama-sama makanan dan ditata diatas kertas minyak dengan alas matras, dengan nasi ditata memanjang dan ditaburi lauk diatasnya. Nasi panjang ini lah model menu makanan yang biasa kami makan selama di sini. bahkan saking banyaknya orang yang ikut dalam rombongan ini, pernah suatu hari makanan ini ditata berjajar sepanjang 3 matras, kira-kira 3,5. Lauk yang disantap kebanyakan adalah menu sayuran dan ikan hasil menangkap dilaut atau dikasih nelayan yang kapalnya bersandar di pantai ketika sore hari.
              Perjalanan pulang berbeda dengan perjalanan kami berangkat kesini, kalau berangkat kami naik kapal, bukan terus dengan kapal lain atau pesawat itu bukan, tetapi kami berenang. he berenang? bercanda. Tidak, awalnya memang tak pikir itu hanya candaan kalau kami pulang dengan berenang dari pulau panjang menuju pantai Kartini. Setelah di data siapa yang kuat untuk berenang dan siap untuk ikut rombongan, aku memberanikan diri untuk ikut mencoba berenang menuju pulau Jawa dengan berenang. Brefing dilakukan pagi-pagi sebelum sarapan, dengan keyakinan bahwa hari ini cuaca cerah dan ombak tidak terlalu besar dipersiapkanlah urutan berenang dimulai dengan yang paling depan sebagai leader yang paling kuat berenang, diikuti dengan anggota lainnya sampai membentuk barisan dengan panjang 9 orang, berarti 18 orang karena terdiri 2 baris.
Bersambung......

0 komentar: