Artikel Menarik
Loading...
Tuesday, March 26, 2013

     
Ini saya mulai menulis tentang penyusunan tesis saya pribadi, setelah melalui 3 semester dari bulan Januari 2012 sampai April 2013 kini saatnya saya menulis tesis sebagai syarat untuk lulus dari Magister Ilmu Hukum ini dengan memperoleh gelar M.H (Magister Hukum). Ketika awal kuliah di S2 ini sudah terbayang bagaimana nanti menyusus tesis, berbeda dengan S1 di semester-semester awal masih senang-senangnya melalui hari-hari kuliah dengan keceriaan seperti masa di SMA, karena waktu itu belum tahu sama sekali bagaimana orang menyusun skripsi itu. Nah sekarang di S2 ini dari awal sudah terbayang, karena sudah mengalami yang namanya demam skripsi. 
      Tesis, kata pendek yang berarti (1) pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan dalam karangan;untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pada perguruan tinggi. Atau karangan ilmiah yang ditulis untuk mendapat gelar kesarjanaan pada suatu Universitas (Perguruan Tinggi). Itulah dua kalimat arti tesis yang saya peroleh. Terbayang bagaimana saat proses menyusun skripsi kemarin, setidaknya saya punya modal untuk melanjutkan menulis tesis dengan tanpa kegalauan. Ternyata aku salah, begitu masa tesis datang, kegalauan itu muncul kembali, seperti sindrom mahasiswa tingkat akhir itu muncul kembali.
          Tesis kalau di tempat lain saya kurang paham, disini saya menjelaskan tesis dari sepengetahuan saya di Undip. Pertama dalam menyusun tesis kita harus paham dulu tentang pokok bahasan yang akan kita kaji untuk dijadikan tesis nantinya. Setelah mendapatkan gambaran bidang apa yang hendak diteliti, tentunya berawal dari permasalahan yang mengharuskan kita untuk memecahkannya. Kita rumuskan ke dalam sebuah kalimat judul yang baik dan tepat. Baik menurut kita belum tentu baik menurut dosen pembimbing, ingat itu, hehe.
        Setelah judul kita buat, pertama-tama datang ke akademik untuk menginput judul yang kita buat tadi, apakah sudah ada atau sudah dibuat tesis oleh orang sebelumnya. Kalau misal belum ada, kita bisa membawa judul tesis itu kepada ketua Program Magister, kalau waktu saya Ketuanya Prof Arif Hidayat yang sekarang menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi. Setelah mendapat tanda tangan dan diberi dosen pembimbing, selanjutnya kita konsultasi dengan dosen bersangkutan secara intens tergantung janji dan tentunya menyesuaikan dengan kseibukan dosen pembimbing tersebut.
        Tetapi tidak semua judul lantas disetujui oleh dosen pembimbing, adakalanya judul diubah atau bahkan diubah total tentang ruang lingkup pembahasan. Seperti misalnya Dr Eko Soponyono, biasanya beliau lah yang justru memberikan judul baru bagi kita. Bersambung.............

0 komentar: