Artikel Menarik
Loading...
Monday, July 2, 2012

Alamat: Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia
Koordinat GPS: S8°10'54.7" E110°40'58.5" 




Satu lagi tujuan bermalam untuk menikmati pantai adalah pantai siung. Pantai ini terletak di Kecamatan Tepus Gunung Kidul, Yogyakarta tepatnya kira-kira 70 Km dari pusat kota Yogyakarta (kalau dari rumahku-Klaten, ya sekitar 60 Km melewati jalur Gunung Kidul). Saat memutuskan untuk bermalam disana membawa tenda pantai ini masih alami dan belum terjamah, itu saat aku masih SMA kelas 2, berarti tahun 2007 lalu. Tiga cowok dan dua cewek dengan dua tenda dum menghabiskan malam di tebing pinggir pantai siung. Namun setelah selang 3 tahun suasana pantai sudah mengalami perubahan, namun tetap indah. hanya saja sudah banyak orang berdatangan, sampah-sampah mulai berserakan, bekas-bekas tempat tenda orang yang bermalam menyisakan bekas kayu terbakar dan sampah yang terbakar tidak sempurna.
       Ya inilah kalau ada tempat pariwisata di Indonesia, tidak pandai merawatnya. Dengan jumlah tempat wisata yang banyak di Indonesia seharusnya ini menjadi potensi yang besar untuk mengenalkan Indonesia. Pantai dengan pemandangan tebing dan karang-karang raksasa terlihat elok dari pinggir pantai dengan pasir putih. tumbuhan bakau berjajar disepanjang pantai dengan joglo-joglo kecil sebagai tempat berteduh.
        Pantai dengan tebing yang memiliki 250 lebih jalur panjat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pemanjat tebing kelas nasional maupun internasional. Tebing disini menyuguhkan tantangan untuk ditaklukkan para pemanjat baik pemula maupun profesional. saat aku disana masih ada poster sisa event panjat tebing internasional yang diselenggarakan dipantai ini. 
        Jalur menuju pantai ini aspal mulus dengan tikungan tajam namun menyuguhkan pemandangan bukit-bukit terjal pegunungan kapur, diselingi pohon-pohon kelapa dan pohon jati. Ketika musim penghujan akan terlihat lebih sejuk, namun kalau agan-agan berkunjung ketika musim kemarau terasa sedikit panas dan gersang karena kondisi Gunung Kidul yang sulit air. Jalur ini hanya bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi (motor, mobil) atau odong-odong juga boleh lah kalau kamu agak sedikit aneh. Karena tidak ada satupun transportasi umum menuju pantai siung. Jika memakai motor disarankan yang kondisinya masih kuat, ya minimal motor keluaran tahun 2000an lah, karena jalur yang menanjak dan menikung sehingga membutuhkan kendaraan yang handal, kalau tidak mau susah ditengah jalan nanti, kenapa, pasalnya tidak ada bengkel maupun tukang tambal ban, kecuali sesampainya di parkiran pantai sekarang sudah ada tukang tambah ban.
       Jalur yang bisa ditempuh jika kamu dari pusat kota Yogyakarta maka ambil arah  Imogiri lantas langsung ke Gunung Kidul melewati jalur selatan. Jalur ini memiliki tantangan lebih berat karena jalan sedikit rusak dengan tikungan dan tanjakan. Sedangkan kalau berada di Klaten maka ambil jalur Wonogiri dan langsung ke Gunung Kidul, jalur ini terlalu jauh bila ditempuh dari kota Yogyakarta. jalur ini tidak begitu berat karena kondisi jalan sudah beraspal dan mulus.
       Kalau saya sarankan menginaplah di pantai ini dengan membawa perlengkapan tenda dan semacamnya untuk bisa menikmati keindahan pantai ini secara keseluruhan. Karena sunset dan sunrise yang ditawarkan sangatlah indah, sayang kalau dilewatkan. Selain perbukitan dan pantai, masih ada karang-karang besar yang bisa disinggahi, namun ketika sore karang ini tertutup oleh air pasang. Karang yang paling terkenal adalah karang "Siung Wanara". Dari nama karang inilah pantai ini dnamai, siung wanara merupakan karang yang menyerupai siung kera yang menyeringai (wanara berarti kera kalau dijawa).
        Fasilitas lain juga mendukung kegiatan panjat tebing adalah ground camp yang berada di sebelah timur pantai. Di ground camp ini, tenda-tenda bisa didirikan dan acara api unggun bisa digelar untuk melewatkan malam. Syarat menggunakannya hanya satu, tidak merusak lingkungan dan mengganggu habitat penyu, seperti tertulis dalam sebuah papan peringatan yang terdapat di ground camp yang juga bisa digunakan bagi yang sekedar ingin bermalam.
          Jika kamu bermalam, saat fajar tiba hiruk pikuk nelayan berdatangan membawa hasil tangkapan. Nah bisa kalian membeli ikan segar atau minta dimasakkan langsung diwarung-warung yang ada ditepi pantai. Sambil menikmati nikmatnya ikan segar dengan sambal uleg, lidah anda dimanjakan dengan harga yang murah. Saat siang pantai memang agak panas, jadi bisa untuk berjemur menghitamkan kulit, tapi kalau yang sudah hitam ya jangan mencoba. Alternatif lain yang bisa dilakukan yaitu memanfaatkan siang hari untuk menjelajahi perbukitan yang ada disebelah kanan. Jadi bisa menghabiskan siang yang panas dengan pemandangan yang indah di tepian pantai, di dekat Camping Ground . Alternatif yang bisa dilakukan yaitu mengunjungi tempat penangkaran penyu disebelah kiri pantai, melihat langsung tempat jual beli ikan hasil tangkapan nelayan disana. jangan lupa juga untuk sejenak singgah di rumah joglo yang dibangun ditepian pantai, bisa anda manfaatkan untuk istirahat maupun sekedar foto-foto.
        Selamat berpetualang, selamat menemukan hidup namun jangan pernah merusak alam dengan perbutan konyol yang menganggap alam milik embah kamu dan hanya diwariskan kepada kamu tanpa kamu memikirkan anak cucumu.

0 komentar: