Artikel Menarik
Loading...
Monday, July 2, 2012




Setelah sempat saya menonton film downloadanya dengan kualitas pas-pasan maka rasa puas belum terpenuhi. 2 hari kemudia langsung menyambangi Paragon untuk menikmati langsung di Bioskop. memang tidak salah jika sempat antri tiket lama untuk menonton film ini, karena film berdurasi 143 menit ini full action dengan kualitas tinggi, dengan animasi grafis yang lumayan bagus. Marvel menggunakan jasa Joss Whedon dalam film pertama The Avengers karena terbukti berhasil memuaskan banyak pihak, baik dari sisi laga, humor cerdas, drama dan special efek. Kehadiran banyak superhero yang sudah kuat dengan masing-masing filmnya juga ternyata mampu diatasi dengan pembagian porsi yang tepat.  Robert Downey Jr.  memimpin film ini meski di sebuah adegan Iron Man juga mau mendengarkan perintah Captain America. Sedangkan Thor tentu saja harus ada karena saudara angkatnya yang membuat masalah. Sementara Hulk mencuri perhatian di puncak pertempuran masal. Tapi manusia biasa seperti Nick Fury, Black Widow, dan Hawkeye juga diberi peran penting sehingga keberhasilan atau kegagalan The Avengers merupakan kerjasama sebuah tim, bukan satu dua tokoh.           Padahal dari segi konsep cerita tergolong lurus tidak rumit membingungkan. Film diawali dengan Loki yang membuat masalah di markas Nick Fury sehingga membutuhkan para jagoan berkumpul. Disinilah adegan kemudian beralih ke perkenalan masing-masing tokoh, mulai dari Black Widow, Iron Man, Captain America, Hulk, dan lainnya. Setelah itu Loki ditangkap dan seperti yang mudah ditebak, Loki kembali membuat masalah yang lebih besar dengan mendatangkan pasukan mahluk luar angkasa untuk menghancurkan bumi. Pada akhirnya penonton juga tahu bahwa The Avengers akan sanggup mengatasi masalah tersebut.

           Memang sejak awal The Avengers dibuat bukan untuk film kelas festival yang mengejar penghargaan dan bukan juga yang hendak membuat kontroversi dengan darah, melainkan untuk hiburan tanpa harus lelah untuk berpikir serta aman untuk segala usia. Film The Avengers juga membuktikan bahwa film superhero tidak harus segelap The Dark Knight atau serumit X-Men First Class. Dengan plot yang relatif sederhana, tapi jika meracik dengan formula yang tepat hasilnya tetap memuaskan. Sekali lagi DC Comics harus belajar banyak kepada Marvel untuk menggunakan para karakter komiknya secara maksimal, bukan hanya mengandalkan Superman, Batman, dan Christopher Nolan. Memang dengan kualitas seperti ini yang jadi pertanyaan adalah apakah dua film superhero lain The Amazing Spider-Man dan The Dark Knight Rises sanggup mengalahkan The Avengers? Minimal mengambil standar box office?
Post Ending
       Seusai ciri khas film-film Marvel era Kevin Feige, coba perhatikan kehadiran Stan Lee di adegan tertentu yang sekilas. Tapi hal yang menarik dari produser Kevin Feige adalah selalu menyisakan adegan tambahan setelah ending film dan credit title dengan durasi beberapa detik cuplikan yang ditunggu-tunggu penonton. Begitu pula setelah selesai menonton The Avengers jangan buru-buru meninggalkan kursi Anda karena akan muncul karakter yang diperkirakan akan menjadi musuh para jagoan di film yang kedua.  Beban film sekuel memang selalu lebih berat karena standar kualitas akan selalu dibandingkan dengan film sebelumnya.


0 komentar: