Artikel Menarik
Loading...
Sunday, March 18, 2012


Membaca koran pagi ini, keadaan negara terasa makin ruwet saja, mulai dari pencurian, pencabulan sampai kasus korupsi. Saban hari miris saja melihat hal-hal ini terjadi di Indonesia. Kata orang-orang di sebelah, Indonesia itu sudah mengalami yang namanya kegalauan dalam berpolitik. Antara ideologi kelompok dan kepentingan pragmatis terjadi tarik menarik dan menghasilkan keputusan yang tidak pasti. Dari keputusan itu menghasilkan sikap dan tindakan aparatur negara menjadi semakin tidak karuan. Landasan idealisme pribadi dan golongan semakin tidak dijadikan dimuka, namun dikalahkan dengan keuntungan materiil semata. Sampai ada istilah, ada uang idealisme belakangan.
Dalam cerita orang-orang terdahulu sering didengar bahwa Indonesia itu kaya raya, memang, katanya Indonesia itu orangnya pintar-pintar, memang, katanya Indonesia itu banyak potensi alam, itu juga benar. Negeri yang subur dengan kondisi geografis yang sangat strategis dan menguntungkan. Dari kesemua itu apakah sudah sepenuhnya benar dirasakan untuk kesejahteraan rakyat.
Dari kekayaan alam yang dikuasai asing, separo lebih dari ekonomi Indonesia dikuasai asing. Di bidang pertambangan, 70% nya dikuasai asing.[1] Bidang perbankan 47,02 % telah dimainkan oleh asing, apalagi dalam bidang industri telekomunikasi, kepemilikan asing telah mencapai 70,14%. Hal ini tentunya ada baik dan buruknya. Baiknya tentu saja pembangunan Indonesia semakin cepat dengan adanya investor dari luar negeri, sisi buruknya adalah tidak semua hasil dari bangsa kita digunakan untuk rakyat secara sepenuhnya. Tentu saja dari hal ini asing yang sangat diuntungkan. Ini bisa dikatakan penjajahan model baru yaitu penjajahan ekonomi.
Banyak orang pandai yang merupakan asli orang Indonesia yang mampu menguasai bidang tertentu, namun kebanyakan dari mereka justru berada di luar negeri. Sumber daya manusia Indonesia sebenarnya potensial dengan jumlah penduduk yang besar ini. Apabila itu dikembangkan potensi dari individu-individu manusianya. Setalah sumber daya manusia itu ada, dihargai dan digunakan untuk kesejahteraan bangsa Indonesia, agar tidak hanya memberikan manfaat buat dirinya sendiri dan pihak asing.
Yang menjadi titik point pandangan saya, mari kita kelola negara kita dengan serius demi mewujudkan tujuan negara. tidak lepas dari peran masing-masing untuk memberikan konstribusinya. Mahasiswa jadilah mahasiswa yang baik, yang dosen mengajarlah dengan baik, yang petani tanamlah padi dengan baik, yang pedagang berdaganglah dengan baik, dan bagi mereka pemimpin, pimpinlah negeri ini dengan baik pula. 



[1] Dari dari web bursa efek Indonesia dan berita-berita kompas tanggal 23 Mei 2011

0 komentar: