Artikel Menarik
Loading...
Wednesday, March 28, 2012

25 Maret 2012 dapat undangan nikahannya mas Alif di Magelang. Dua hari sebelum itu rencana pun disusun, calling-calling Anton buat berangkat ke Magelang. Diputuskan berangkat ke Magelang lewat Demak, loh kok gitu (gila apa ini ya), ya memang berangkat lewat Demak  buat maen dulu ke Grobogan. 
ini nih Demak dengan jalan yang lumayan cukup kurang bagus. Suasana panas soalnya siang hari jam 2


Pose nunggu angkot
Kalau yang ini gapura selamat datang Grobogan, seperti kebiasaanku aku singgahi dulu gapura ini untuk aku pijak. Daerah Grobogan buatku tidak begitu akrap ditelinga karena memang tidak dilewati jalur besar antar kota, jadi tidak begitu kenal.  aku lebih mengenal dengan sebutan Purwodadi, padahal Purwodadi itu bagian dari Grobogan. Jalannya hem lumayan, aku tidak bilang jelek, tapi hanya kurang sedikit perbaikan saja disana dan sini. hehe.
    Setelah muter-muter Grobogan dengan suasana kotanya, perjalanan dilanjutkan di jalan antar kota Grobogan-Sragen. Melewati daerah hutan gundih dengan kayu jati dan bukit-bukitnya. Pemandangan gelap dan agak menyeramkan (tetapi exsotic), ditambah dengan kondisi hujan yang cukup lebat sehingga menghambat   perjalan motor karena tidak bisa berjalan 90km/jam dengan kondisi jalan yang seperti itu. Berhenti sejenak untuk minum di persimpangan Sragen-Surakarta, awalnya bukan niatan istirahat. Karena bingung saja antara lewat jalur Sragen atau jalur Surakarta. Jurus andalan keluar, ya bertanya kepada orang-orang sekitar, dengan gaya santai nan fasih bahasa jawa percakapan dengan warga menjadi terasa akrab. Diambil opsi melewati jalur Surakarta dengan alasan waktu dan juga target yang tidak memasukkan Sragen dalam daftar. Ditambah lagi setelah menghubungi kawan yang ada di Jogja (sebut saja ia Gesang) ternyata tidak sedang berada di Jogja, padahal rencana kami menginap di Jogja saja.
       Adzan telah berlalu, jam ditangan menunjukkan pukul 18.15 itu pertanda harus segera menyambangi masjid. kecepatan 90km/jam masih dicapai saat itu, ketika mata sekelibat melihat masjid, manuver cantik-pun dijalankan. banting motor kembali ke masjid yang sudah terlewat. sholat maghrib kok 4 rakaat ya, ini sudah gila, ternyata salah tadi sholatnya. (ekspresi ketawa) dilanjutkan dengan sholat Qoshor isa' 2 rakaat tidak lupa ditambah sujud syahwi-nya. dimana-dimana kaos tanganku tadi, wah-wah hilang padahal itu pinjaman. 
       Dari persimpangan ternyata masih 30 KM baru kami sampai di nusukan solo. Muter-muter kota Solo menjadi pilihan kamia malam ini. oh ingat ada kawan di solo, kucoba ambil hp dari saku segera telfon (sapa tau bisa numpang). ternyata kawanku ini (sebut saja ia Wahyu) sudah mau berangkat ke Semarang malam ini. Setelah pertimbangan alot (kayak daging aja alot) diputuskan tidak jadi menyambangi kawanku, karena lokasi rumah di Kartasura bagian ujung paling kulon (barat) dari Surakarta jadi nanti tidak bisa maen-maen ke kota kalau sekarang langsung kesana. Oke mampir warung "wedangan" di depan gereja Sorogenen, gorengan menjadi pilihan pertama, selanjutnya susu hangat menjadi penghangat suasana malam di Kota Solo.  
          Tidak terasa waktu telah larut, mata kami juga sudah mulai sayu dengan wajah tidak cerah lagi. Pilihan meninggalkan wedangan untuk mencari tempat tidur demi mengistirahatkan pungung-punggung kami yang sedikit deyek-deyek. berputar dan mencari masjid untuk tidur, dirasa tidak cukup aman bagi motor kami setelah kami menemukan masjid yang berada di pinggir jalan arah terminal tirtonadi. akhirnya jalan terus sampai ide untuk masuk ke Rumah Sakit Yarsis Solo menjadi suatu ide yang cerdas, selain masjidnya besar dan nyaman, ada parkiran motor disitu, jadi maling mikir dua kali kalau mau mengembat motor kami. 
ini masjid yang sebenarnya terang dan nyaman dengan colokan skaklar lengkap untuk mengecash hp dan baterai kamera kami, namun karena kamera merk benQ punyaku susah ngaturnya jadinya terlihat gelap. tak apalah malah terkesan horor. haha
      
        Terbangun ditengah malam sekitar jam 2 karena suara satpam yang datang menghampiri kami yang sedang meluruskan punggung. kami terkejut, mau apa ini satpam..
1. mengusir kami
2. membolehkan kami tidur
3. atau malah ikutan tidur disitu
cerita selanjutnya saya tuliskan besok saja..sudah adzan, saya mau kemasjid dulu..
biar pembaca penasaran dan berkunjung lagi.

0 komentar: