Artikel Menarik
Loading...
Monday, September 19, 2011

       Menulis aku mulai saat ini, sebagai bentuk pengungkapan ekspresi dari diri sendiri dan juga sebagai bentuk dokumentasi dari perjalanan hidupku yang kuyakin suatu saat nanti cerita ini akan seperti yang aku mimpikan. Aku Lilik Haryadi, seorang yang mencoba terus berdiri dan mencoba untuk terus melangkah maju sebagai bentuk perwujudan dari pembuktian hidup kepada orang disekitarku. Inilah aku dan beginilah gayaku, kata-kata ini aku lantangkan meskipun sebenarnya baru saat ini aku dapatkan dari diriku.
       Aku sedang menjalani fase yang lebih tinggi dan sebelumnya telah melalui beberapa jalan dan tahap yang tidak sedikit. Dimulai dari aku kecil ketika itu aku masih ingat aku baru bisa menangis dan merengek. Aku dibesarkan oleh kedua orang tua yang sangat mengharapkaan diriku. Ya merekalah kedua orang tuaku yang telah menjadi perantara aku datang di dunia ini. Beliau menjadi orang tua sekaligus menjadi guru dan sahabat bagiku. Ketika kecil betapa merepotkannya aku, betapa susah mereka alami demi anak-anaknya. Semua juga pasti tahu pengorbanan seorang wanita dalam proses menjadi ibu bagi anak-anaknya. Tak mudah juga bagi seorang laki-laki untuk menjadi seorang bapak. Dia juga berkorban segalanya untuk kebahagiaan anaknya, untuk kebahagiaan keluarga. Hartini adalah ibuku yang telah melahirkan aku dan membesarkan aku sampai saat ini. Jarwo Hartono itu bapakku yang telah menjadi bapak yang baik bagiku selama ini. Ibukku merupakan darah Jawa dan bapakku juga darah Jawa. Jadi bisa dibilang kami (aku dan kakakku) memiliki garis keturunan jawa tulen. Berasal dari Klaten yang merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah terletak dibagian paling ujung selatan. Sebuah keluarga yang sederhana jauh dari kota dan keramaian. Masih berbau masyarakat adat begitu kalau bisa dibilang.
        Kemudian aku tumbuh dan berkembang di lingkungan keluargaku yang seperti itu. Kenangan yang indah, sedih, buruk sekalipun pernah kualami. Masa kecil aku manja, begitu orang bilang. Karena anak kedua aku selalu dilindungi oleh kakakku, dari itu aku menjadi agak manja. oh ya aku cerita dulu tentang kakakku, namanya Kardoyo, nama yang mempunyai arti unik. Aku dulu juga tidak tahu apa arti dari nama itu, baru ketika SMP aku tahu dari kakekku. Begini ceritannya kenapa bisa dinamakan Kardoyo. Dulu tahun 1982 Indonesia menjalankan proses demokrasi yaitu Pemilu. Pemilu pertama sebenarnya tahun 1977 dan berulang setiap 5 tahunnya. Saat itu jumlah partai ada 2 yaitu PPP dan PDIPerjuangan dan satu Golongan Karya. Dari 5 pemilu tahun 1977 sampai tahun 1982 pemenangnya adalah Golongan Karya. Dan itu ada sangkutannya dengan nama kakakku,, kenapa bisa begitu, dulu tanggal 29 April tahun 1982 kakakku lahir sebelum Pemilu yaitu tanggal 4 Mei. Dan Kakekku yang memberikan nama waktu itu, Kar itu dari kata Golkar dan doyo berasal dari kata “Doyo” kekuatan dalam bahasa jawa. Jadi kardoyo sama dengan golkar punya doyo untuk menang.
        Aku ceritakan juga saat aku di TK, atau Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 di sebelah rumahku, hanya berjarak 50 meter. Wah TK? Ingat dengan kelucuan, dimana sering nangis, sering merengek. Guru TK ada 2, bu Ratna dan Tiwi yang keduanya merupakan guru yang baik semua, ya jelas saja guru baik, kalau tidak baik pastilah tidak bisa bertahan jadi guru TK selama puluhan tahun. TK pernah aku dapat juara gambar, rasanya seneng bisa ngalahin yang lain.
bersambung……

0 komentar: